Senin, 05 Maret 2012

Kasih Tak Sampai

Posted by Avinda deviana devah at Senin, Maret 05, 2012
Melupakannya itu adalah sesuatu hal yang sulit sekali. Entahlah, tapi bagiku itu sangat sulit. Tentu saja, orang yang sudah lama kita cintai, tetapi ternyata dia di miliki oleh sahabat sendiri. Sakit! Pastilah! Tapi bukan kah kita harus berkorban demi sahabat, dan demi cinta?
“Shintaaaa....” suara itu membuyarkan lamunanku. Aku menoleh padanya, ternyata itu Rara, sahabatku.
“Hmm..” sahutku.
“Makan yuk, laper nih.” Katanya, seraya memegang perutnya.
“Ah, males.” Jawabku, malas-malasan.
“Ahhhh..... ayo dong, plis” kali ini wajahnya memelas, dan tangannya dikatupkan di depan mata.
“Randy kemana?” tanyaku, ia hanya menjawab dengan menaikan kedua bahunya.
“Tau, paling lagi main basket.” Jawabnya, kemudian.
“Ayo dong, plis.”
“oke, oke, ayo.”

Randy, cowo yang ku sukai, dan dia juga pacar Rara. Sebenarnya aku sudah lama menyukai Randy, sebelum Rara mengenal Randy. Aku mengenal Randy semenjak kecil. Kami selalu satu sekolah dan satu kelas dari dulu. Namun saat kami masuk SMA, aku mulai mengenal Rara, dan kami berdua akhirnya bersahabat. Dan dari sejak itulah Rara mengenal Randy dan mulai dekat dengannya, kemudian Rara sempat cerita padaku kalau dia menyukai Randy. Apa yang aku rasakan saat itu? Tentu saja sesak! Sakit, tapi aku tak mungkin memberi tahu Rara kalau aku menyukai Randy, dan hatiku sakit saat mendengar itu. Dalam urusan ini bukankah aku yang lebih unggul? Aku yang lebih dulu mengenal Randy, dan lebih dulu menyukainya. Tapi jika aku lebih memilih egoku, dan memikirkan perasaanku sendiri bukankah itu bukanlah seorang sahabat? Pada akhirnya aku yang mengalah, aku lebih baik berkorban untuknya. Bukankah sahabat lebih penting dari pada seorang cowo yang kita sukai?
“Kamu mau pesen apa, Sin?” Ucapannya sekali lagi membuyarkan lamunanku. Lalu aku merubah ekspresiku menjadi seolah-olah aku sedang berfikir.
“Aku orange juice aja deh.” Ujarku.
“Oke.”

Aku hanya ingin melihat orang yang ku sukai dan sahabatku bahagia, karena bagiku, jika mereka bahagia maka aku pun ikut bahagia.

Ego mu kadang membuat dirimu ingin selalu menang, maka kendalikanlah ego mu.


ini cerpen paling pendek yang pernah aku bikin-_____- sebenernya ini cerpen yang di pasang di mading, ahaha. aku ngarang cerita ini ngedadak-____-
tapi makasih banget buat semua temen-temen di X-6 yang udah bantu bikin ini, contohnya ngasih judul, huakakakak, makasih :D

0 comments:

Posting Komentar

 

secuil karya avinda Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea